Jemeirah Beach DUBAI, 17 Nopember 2012

koleksi foto

22 February 2010

KENANGAN GOLF DAN DAPAT 'HOLE IN ONE' DI BANDAR SERI BEGAWAN -BRUNEI









Merapi Golf Jogjakarta (atas dan bawah)




bogor raya golf (atas,bawah)

Emeralda Golf Cimanggis (atas)


bersama pak Imam Santoso di Yangon, 2007
bersama pak Philemon Arobaya, pak Adi Kuntarto dll di Yangon Myanmar, 2007
"hole in one" (atas)
"hole in one" (atas)


di tee box (atas)

Royal Brunei Golf (atas)












Olah raga golf adalah sangat menyehatkan bagi kebugaran tubuh apalagi dilakukan pada pagi hari yang berembun , dengan panorama pohon dan bunga-bunga yang indah dan penuh tantangan bermain di berbagai lapangan serta untuk pergaulan internasional dengan berbagai bangsa.

Setelah 10 tahun sejak 1993 pertama kali mengenal dan bermain golf di Singapura dan Colombo, pada akhirnya mendapat kenangan terindah dalam hidup dan keberuntungan nasib maka alhamdulillah mendapatkan 'hole in one' artinya dalam 3 par jarak 155 meter memukul bola dari tee box melalui danau kecil langsung masuk lubang di green yang paling sulit karena bergelombang, dilapangan golf Royal Brunei Darusalam pada tanggal 8 Juni 2003 disaksikan beberapa home staf KBRI Bandar Seri Begawan.

Itulah sekedar perjalanan hidup yang pernah saya alami, dan tentunya sekarang untuk bermain golf tidak mungkin terulang lagi, kecuali dengan "simatupang" artinya siap main tapi tunggu panggilan , jika ditraktir, gitu lho....



bersama koes hendratmo di brunei tahun 2002 (atas)
sentul bogor (atas)
golf perpisahan dg staf kbri yangon myanmar oktober 2007 (atas)

yangon myanmar (atas)
merapi golf jogja (atas)
kundasang kinabalu (atas)
empire golf brunei (atas dan bawah)

gunung geulis bogor (atas)

colombo sri lanka (atas dan bawah)

SULTAN BRUNEI DARUSALAM KOLEKTOR MOBIL PALING DAHSYAT













Sultan Brunei, Kolektor Mobil Paling Dahsyat
detikOto


Jakarta - Kalau ada pertanyaan siapa orang kaya di bumi ini yang paling gokil dengan mobil, pastilah nama Sultan Brunei, Hasanal Bolkiah nyangkut di dalamnya. Betapa tidak, koleksi mobilnya hampir tak terhitung. Majalah Inggris, Autocar pada tahun 1998 saja hanya bisa mengira-ngira jumlahnya antara 3.000 sampai 6.000 biji.

Untuk semua kendaraan tersebut, majalah Autocar menilai setara dengan uang US$ 4 miliar. Tak usah kaget, sampai sekarang, Hasanal Bolkiah memang masih masuk dalam list manusia terkaya sejagad, meski tak semoncer tahun 1980 dan 1990-an. Asetnya diperkirakan mencapai US$ 40 miliar.

Mobil yang dimiliki Hasanal Bolkiah datang dari berbagai jenis. Tapi terutama minatnya ada pada mobil-mobil mahal dan tentu saja ekslusif. Hampir semua seri terbaru dari Rolls-Royces, Bugatti, Lamborghini, Maybach, Porsche, Mercedes, Bentley, Jaguar, Dauer, Cizetta, Ferrari, BMW, Sultan pasti punya.

Koleksi yang membanggakannya antara lain adalah sebuah Mercedes-Benz CLK-GTR. Spesial, karena yang ada di garasi Sultan Hasanal Bolkiah adalah satu-satunya di dunia yang punya setir di kanan. Selain itu, Sultan juga mengkoleksi mobil-mobil eks yang digunakan dalam seri balap Formula 1.

Laporan terbaru soal mobil koleksi Sultan Brunei ini diangkat oleh koran Inggris, tahun lalu. The Daily Mirror menyatakan sedikitnya Sultan Brunei memiliki 531 Mercedes-Benz, 367 Ferrari, 362 Bentley, 185 BMW, 177 Jaguar, 160 Porsche, 130 Rolls-Royce dan 20 Lamborghini.

Bisakah dibayangkan, berapa luas garasi yang diperlukan? ( syu / tbs )

21 February 2010

NELAYAN UNIK DI SRI LANKA






NELAYAN UNIK DI SRILANKA


Masih pagi, sekitar setengah enam pagi, ketika matahari mulai terbit, Nelayan-nelayan di Kathaluwa, Srilanka, sudah berada di atas posisinya masing-masing, berusaha untuk selalu dalam keadaan seimbang, berpijak pada tiang-tiang kayu 2 meter di atas terumbu karang. Tangkapan hari ini akan menentukan ada tidaknya makanan di meja makan mereka nanti malam.

Nelayan-nelayan ini akan duduk di atas batang melintang yang disebut petta yang terikat pada tiang vertikalnya yang ditanam di dalam terumbu karang. Mereka berpegangan dengan satu tangan sementara tangan lainnya memegang pancing. Mereka berharap memperoleh ikan baring (koraburuwa) dan ikan mackerels (bolla), yang nanti akan disimpan dalam tas plastik yang tergantung di pinggang atau di tiang. Tiang ini panjangnya 3-4 meter dengan sekitar 1,5 meternya tertanam di terumbu karang.

Mencari ikan dengan cara ini merupakan tradisi dari sekitar hanya 500 keluarga pemancing di distrik Galle, barat daya Srilanka, khususnya di sekitar kota-kota Kathaluwa dan Ahangama. Tidak jelas bagaimana dan kapan tradisi ini dimulai, tapi beberapa sesepuh di sana mengungkapkan bahwa tradisi ini sudah dimulai sejak Perang Dunia II. Memancing di masa itu dilakukan diatas permukaan lautan yang menonjol keluar. Karena tempatnya yang tidak mencukupi untuk semua nelayan, beberapa diantaranya menggunakan tiang-tiang besi bekas perang dengan menanamnya di terumbu karang untuk pijakan. Karena besi makin lama makin jarang, mereka akhirnya juga menemukan bahwa kayu juga cukup kuat untuk ditanam dan dijadikan pijakan memancing.

Kenapa mereka tidak menggunakan jala ? Menurut mereka dengan menggunakan jala ikan akan sangat lebih terganggu dan membuat persediaan ikan akan lebih cepat habis dan menghilang. Mencari ikan dengan tradisi menggunakan petta ini berarti tidak serakah dan tidak justru mengusir ikan, sehingga para nelayan ini akan terus tetap bertahan hidup. Alhasil mereka ini hanya bisa menunggu dengan sabar di atas tiang-tiang tanpa kata-kata, dan hanya berusaha menarik ikan dengan cara yang tradisional.
Menjadi nelayan seperti ini juga berarti bahwa hidup mereka harus mengikuti pula cara hidup ikan-ikan buruan mereka. Ikan-ikan di sini akan muncul pada awal angin musim barat daya dan biasanya pada pagi-pagi sekali dan sore hari, sehingga paling tidak nelayan-nelayan ini akan bekerja dua kali sehari. Tradisi ini terus diwariskan dari para orangtua kepada anak-anaknya.

Nelayan-nelayan tradisonal seperti ini seperti barang seni yang hampir sekarat dimana banyak pihak justru memburu ikan dengan cara-cara yang justru membuat ikan-ikan "menjauhi" manusia. Tidak banyak masyarakat yang punya pemikiran untuk membuat ikan-ikan buruan ini merasa tidak "terganggu"
Diposkan oleh PUNYU di Jumat, April 24, 2009
Label: NELAYAN SRILANKA
DUABADAK. BLOGSPOT.COM

20 February 2010

KENANGAN TUGAS DI KBRI COLOMBO SRILANKA 1992 - 1997




AIRPORT INTERNASIONAL COLOMBO


TENTARA SRI LANKA BERJAGA SEPANJANG JALAN AIRPORT KE COLOMBO 1992



PEMAKAMAN PRESIDEN R.PREMADASA MEI 1993 AKIBAT BOM MOBIL DI COLOMBO


HOLIDAY IN HOTEL TEMPAT TINGGAL 1 BULAN SEKELUARGA DI COLOMBO


KOTA COLOMBO



MALE IBUKOTA MALDIVES


ROYAL COLOMBO GOLF


"KENANGAN TUGAS 5 TAHUN DI KBRI COLOMBO SRI LANKA "

Pertama kali mendengar akan ditugaskan ke KBRI Colombo Sri Lanka, sewaktu di Deplu pada tahun 1992, adalah membayangkan negara Sri Lanka sedang terjadi perang antara Pemerintah Sri Lanka dan tentara LTTE, dan banyaknya bom bunuh diri, ketika itu di belum "ngetrend" bom bunuh diri dinegara manapun kecuali Sri Lanka.
Dinegara manapun dan situasi apapun sebagai Diplomat siap ditugaskan dengan membawa keluarga, waktu itu Sri Lanka salah satu kategori "pos rawan", walaupun wilayah perang berada di Sri Lanka utara tapi kota Colombo juga sering terjadi peledakan bom serta tembak menembak antara tentara PemerintahSri Lanka dan tentara LTTE.

Saat itu masih ada penerbangan Airlanka dengan rute Jakarta - Colombo transit di Singapore, dengan jarak tempuh 5 jam, tiba di Colombo malam, sepanjang perjalanan dari Airport ke kota Colombo suasana gelap karena kurangnya lampu jalan, dan banyak barikade tentara yang menghalangi jalan.
Saya sekeluarga was-was juga , tapi dengan mobil jemputan KBRI berplat CD - Corps Diplomatik - dan dijemput oleh Pejabat Protokol KBRI Bapak Philemon Arobaya ( mungkin sekarang jadi Bos di Deplu Pejambon atau di Perwakilan RI , makasih banyak ya Pak Philemon )... pikiran jadi tenang menuju Hotel Holiday Inn ditengah kota Colombo.

Kantor KBRI saat itu di wilayah perumahan Colombo 5, dengan halaman yang sempit, dan bangunan kantor kondisinya seperti bangunan rumah lama, tetapi kalau ada acara tertentu diadakan di komplek Olah raga dan Rekreasi di Colombo 7 yang cukup luas lebih kurang 10.000 m2.

Karena situasi keamanan yang rawan, beberapa Home Staf KBRI , diruang kerja disiapkan senjata pistol, mungkin untuk keamanan jika situasi tidak menentu yang mengancam staf. Sudah hal biasa di Colombo kapanpun terdengar tembakan, bahkan di dekat tinggal saya sebelah kanan 2 rumah, suatu tengah malam terdengar baku tembak , maklum disitu kantor Partai Politik Tamil yang pro Pemerintah, sehingga sering terjadi baku tembak dengan LTTE.

Tempat yang berkesan dikunjungi adalah Kandy, pantai Bentota, Robinson Club , dan lainnya. Biasanya warga Indonesia berkumpul di Komplek KBRI yaitu di Boudhaloka Mawatha Colombo 7, terdapat lapangan tenis, Fitness, Karaoke, Volley ball, Pingpong, dan juga ada Aula, dan sekarang disebelahnya telah dibangun gedung kantor KBRI.

Tentunya yang sangat berkesan selama bertugas 5 tahun dari tahun 1992 sampai 1997, adalah ikut merencanakan dan melaksanakan pembangunan Gedung kantor KBRI Colombo Sri Lanka, sampai selesai tugas tahun 1997, proses pembangunan kantor KBRI sudah mencapai 75%.
Selain itu untuk mempromosikan produksi dalam negeri Indonesia di Sri Lanka, dari Jakarta KBRI membeli 2 mobil Toyota Kijang Grand Extra tahun 1993 untuk opersional kantor, sehingga dengan adanya mobil tersebut, banyak orang Sri Lanka selanjutnya memesan dan membeli langsung ke Toyota Astra di Jakarta.

Di Colombo ini juga pada tahun 1994 pertama kali saya mengenal olah raga GOLF , dan menjadi anggota di Royal Colombo Golf bersama Athan Kolonel Rusbandrio saat itu. Peristiwa yang masih saya ingat ketika diadakan pertandingan bulanan bagi anggota Golf,seorang Pejabat Sri Lanka mati ditembak oleh LTTE dalam jarak pendek dipagar tembok tee-box, persis dibelakang group golf saya, benar2 suasana sangat mencekam, orang-orang berlarian mencari keselamatan masing-masing.

Masalah pendidikan bagi Anak-anak sangat bagus ada Colombo Internasional School, sehingga ketiga anak saya yang masih, SD dan SMP bisa mengikuti, tentunya sangat bermanfaat karena pengantarnya bahasa Inggris.

Dan di Colombo ini juga saya mendapat rezeki anak laki2 , anak ke 4 tanggal 12 Agustus 1993 lahir di Colombo ... Muhamad Adytiawan Hidayat.. sekarang sudah kelas 1 SMA di Ciracas Jakarta Timur.

KBRI Colombo juga merangkap nagara Maladewa, kota Male ibukotanya terletak di selatan Srilanka dengan penerbangan 2 jam, negara kepulauan yang sangat indah, kadang acara resepsi 17 Agutus diadakan di Male

Puncak dari perlawanan LTTE adalah ketika terjadi pembunuhan terhadap Presiden Sri Lanka pada Mei 1993 Premadesha dengan bom bunuh diri membawa mobil, dan ketika iring2an Presiden lewat terjadilah bencana tersebut, sampai kantor KBRI bergetar karena besarnya bom tersebut, dan jarak dengan lokasi kejadian 2 km.

Suasana siang malam diadakan jam malam, suasana kota Colombo sangat mencekam, kebutuhan sehar-hari susah didapat, dan akhirnya semua staff KBRI banyak yang tinggal di Komplek Boudhaloka, sambil menunggu suasana kemanan Sri Lanka normal kembali.

Pada tahun 1974 dan 1978 terjadi kecelakaan pesawat Haji Indonesia, yang pertama ketika akan mendarat di Airport Katunayake Colombo dan yang kedua menabrak Bukit di Srilanka, untuk mengenang peristiwa tersebut Staff KBRI setiap tahun diacarakan mengunjungi lokasi tempat kecelakaan sekalian silaturahmi dengan masyarakat muslim Sri Lanka yang tinggal di Bukit tempat jatuhnya pesawat haji Indonesia yang pernah membantu dengan tulus ihlas saat kecelakaan tahun 1978.

Pengalaman tugas selama hampir 5 tahun dari 1992 sampai 1997 di KBRI Colombo sangat indah untuk dikenang sepanjang hayat bagi saya sekeluarga. ( T.GUNAWAN RAZUKI )