Jemeirah Beach DUBAI, 17 Nopember 2012

koleksi foto

01 March 2009

FOTO-FOTO TERBAIK DARI "NATIONAL GEOGRAPHIC"

terjemahan foto diatas : meskipun seperti adegan dalam film hollywood, tetapi foto ini nyata, diambil didekat teluk afrika selatan ketika latihan militer angkatan laut inggris, tiba-tiba muncul dari laut ikan hiu . Dan ini menjadi nominasi foto yang terbaik dari 'national geographic' sebagai 'foto tahun ini' yang terbaik.
sangat fantastik...
adem ayem...
indahnya bunga-bunga di gunung..
petir di luar negeri, kalau di indonesia bisa ditangkap !? ada ki ageng sela yang bisa nangkap ?!...atau batu petir ponari di jombang ?!....

19 February 2009

SOLUSI TERBAIK DALAM KEHIDUPAN KITA UNTUK MEMILIH SALAH SATU DARI DUA HAL














Dalam menjalani kehidupan di dunia ini sejak anak-anak, remaja, dewasa hingga masa tua, kita terkadang mengalami beberapa pilihan dalam kehidupan yang beraneka macam masalah.

Seperti pengalaman pribadi saya, sewaktu`lulus SMA Negeri 1 Purwokerto pada tahun 1970, orang tua menawarkan, saya akan kuliah dimana ?, sebagaian besar teman-teman melanjutkan kuliah di Jawa Tengah seperti di UGM Jogja ataupun Undip Semarang.
Pada waktu itu untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi tidaklah sulit seperti saat ini yang sangat ketat karena banyak pesaingnya dan biaya kuliah mahal.
Waktu itu di pulau Jawa hanya ada 5 kampus yang menjadi tujuan utama lulusan SMA, STM dll untuk melanjutkan kuliah yaitu di UI Jakarta, ITB Bandung, IPB Bogor, UGM Jogja dan Universitas Airlangga Surabaya, dan barulah ke kampus lain seperti UNPAD Bandung, Undip Semarang, IKIP Jakarta, IAIN Jakarta, ITS Surabaya, Unibra Malang dstnya. Selain itu kuliah di Perguruan Tinggi Negeri adalah biaya yang murah.

Dua pilihan saya waktu itu kuliah di UI Jakarta atau UGM Jogja, saya optimis dapat diterima, karena SMA Negeri 1 Puwokerto adalah sekolah unggulan di Banyumas, sehingga kalau mau tes di kampus-kampus hampir semuanya diterima, serta pesaingnya hanya ratusan.

Perbedaan antara UI dan UGM, kalau kuliah di UGM Jogja secara ekonomis untuk biaya hidup sehari-hari lebih murah, kotanya tenang untuk belajar , dekat dari Bumiayu serta banyak teman-teman dari SMA yang sama, jadi idealis kalau di UGM Jogja. Sedangkan di UI Jakarta biaya hidup mahal, kotanya panas, jauh dari Bumiayu, waktu itu mahasiswa UI dikenal hanya anak orang kaya saja.

Satu hal yang menjadi daya tarik kuliah di UI Jakarta, kelak selesai kuliah gampang cari kerja karena banyak lowongan kerja, atau dengan ijasah Sarjana Muda bisa cari kerja sambil kuliah, sedang jika selesai kuliah di UGM pastilah cari kerjanya ke Jakarta, jadi realistis kalau kuliah di UI Jakarta.

Saya konsultasi sama orang tua, dan disarankan sebagai muslim untuk melaksanakan sholat Istikharah dua rakaat, memohon petunjuk kepada Allah swt dalam menentukan satu pilihan diantara dua pilihan yang belum tahu baik buruknya.
Kemudian saya memilih ikut tes di UI serta alahamdulillah lulus .

Masalah timbul lagi , waktu itu dalam satu Universitas bisa memilih dua fakultas, saya diterima di Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra, saya sholat Istikharah lagi, pilihan jatuh pada Fakultas Hukum pada tahun 1971.

Dengan berjalannya waktu pada tahun 1974 saya dapat menyelesaikan Sarjana Muda Hukum, sebagaimana diketahui sisitim kuliah waktu itu bukan SKS tapi tingkat dari tingkat 1 sampai 5 barulah jadi Sarjana Lengkap atau S1, untuk kenaikan tingkat harus lulus semua mata kuliah , yah seperti SD, SMP serta SMU sekarang ini dengan sistim kelas.

Pada tahun 1975 dengan ijasah Sarjana Muda Hukum, ikut tes yang kebetulan ada penerimaan pegawai di Deplu sebagai Pegawai Negeri Sipil biasa bukan diplomat, dan di Ditjen Imigrasi menjadi PTK atau pejabat teknis keimigrasian sebagai pengganti lulusan Akademi Imigrasi yg telah ditutup.

Pada waktu yang sama panggilan lulus tes saya terima, baik di Deplu maupun di Imigrasi, kalau kerja di Imigrasi lebih mapan dan keren, dan memang persyaratannya sangat ketat, minimal tinggi badan 165 cm, umur maksimal 25 tahun . Dan tentunya penghasilan selain gaji PNS , lebih "basah" kata orang lho..., dengan seragam coklat muda pakai topi, dan didada pakai wing penerjun, kelihatannya gagah seperti taruna Akabri, begitulah fakta waktu itu.

Sedangkan di Deplu dengan ijazah Sarjana Muda, golongan PGPS II/b, setelah masa kerja minimal 5 th baru bisa ikut tes menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri, itupun kalau lulus.

Pada akhirnya saya konsultasi sama orang tua, dengan dua pilihan itu dan disarankan sholat Istikharah , alhamdulillah saya memilih menjadi pegawai Deplu pada akhir 1975 ditempatkan di Direktorat Protokol sejak Januari 1976 sampai 1986 dan membantu orang tua sambil kerja bisa kuliah sampai lulus menjadi Sarjana Hukum di Fakultas Hukum UI program Ekstensi yang waktu kuliahnya sore dan malam hari.

Saya bersyukur sejak 1976 sampai 2007 hampir 32 tahun telah mengabdi di Departemen Luar Negeri sampai masa pensiun Nopember 2007, alhamdulillah telah dipercaya mendapat tugas di 4 perwakilan RI yaitu Jeddah, Colombo, Bandar Seri Begawan serta Yangon dan di Deplu Pejambon di Direktorat Protokol, Biro Umum, Biro Keuangan serta Sekretariat Ditjen Protkons.

Sebagai penutup saya menyarankan, bagi yang muslim, jika anda mendapat kesulitan dalam menentukan satu pilihan diantara dua pilihan yang belum tahu baik buruknya, atau memilih salah satu diantara dua pilihan yang menyangkut hidup dan masa depan kita, seperti saran orang -orang tua kita adalah dengan melaksanakan sholat Istikharah memohon petunjuk dari Allah swt. Insya Allah itu sebagai solusi yang terbaik .. amin. Lebih kurangnya mohon maaf dan terima kasih.
( Oleh : TAMBAH GUNAWAN )

Cibubur 19 Pebruari 2009

14 February 2009

SALON FOTO INDONESIA 2006

"thirsty" juara emas digital

"fisherman" juara emas warna cetak






"senyum bahagia" juara emas monokrom






"kirana" juara perunggu warna cetak

08 January 2009

TERMINAL BUS BUMIAYU - BREBES JATENG DIRESMIKAN







Tambah Gambar
Terminal Bumiayu Diminta Bebas Pungli

Radar Tegal 8-1-2009

BUMIAYU - Bupati Brebes H Indra Khusuma S.Sos menyebutkan sarana dan prasarana transportasi mempunyai peranan penting dan strategis dalam memantapkan perwujudan pelayanan angkutan serta memperkokoh ketahanan nasional, mempercepat hubungan antar masyarakat pedalaman sampai dengan masyarakat perkotaan. Keterkaitan satu dengan lain sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Demikian sambutan Bupati sebelum meresmikan Terminal baru Bumiayu Tipe B yang terletak di ruas Jalan lingkar Bumiayu Rabu (7/1). Acara peremian juga di hadiri oleh Muspida Kabupaten Brebes, Ketua beserta Anggota DPRD Brebes, Ketua Pengadilan Negeri para kepala dinas di lingkungan Pemkab Brebes serta tokoh agama dan alim ulama. Bupati berharap,terminal dapat difungsikan dan dimanfaatkan sebaik – baiknya, serta dapat dirawat dan dijaga kebersihan sehingga penumpang dan warga terminal sendiri merasa nyaman.

"Pembangunan fasilitas terminal ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat dengan memanfaatkan kios – kios yang telah dibangun," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan terminal itu tidak ada kutipan – kutipan liar. Semua retribusi resmi masuk kas Pemda. "Untuk itu dibutuhkan petugas yang profesional sesuai dengan tugas dan fungsinya," kata Indra.

Dikatakan, terselesaikannya pembangunan terminal ini merupakan sebuh prestasi atas kerja keras dari semua unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)."Hendaknya kondisi seperti ini dapat terus dibina guna mensukseskan setiap gerak pembangunan di masing-masing daerah," ungkap Indra.

Sementara asisten II Skda Brebes Ir Heru Pratisto dalam laporannya mengatakan, peresmian terminal baru Bumiayini sekaligus merupakan p-eresmian seluruh pproyek yang ada di kabupaten Brebes yang telah melakukan 100 persen masa penyelesaian."Dalam tahun anggaran 2008, kabupaten Brebes mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 525.818.451.378.00 yang terdiri dari sebanyak 1.732 kegiatan dengan sumber dana dari APBD kabupaten Brebes, Bantuan Keuangan kabupaten/kota, APBN, DAK dan tugas pembantuan," jelas Heru.

Sedangkan untuk pembangunan terminal Bumiayu di katakan Heru, dilatar belakangi dengan ketidak mampuan terminal Pagojengan didalammenampung kendaraan bus maupun non bus. "Selain itu pembangunan terminal juga di harapkan dapat mengurangi kemacetan di Kota Bumiayu, pengembangan dan perluasan kota Bumiayu, memberikan kesempatan kerja dan dapat meningkatkan PAD," ungkapnya.

Sedangkan kegiatan yang telah dilaksanakan dalamm prosesnya yakni pembebasan tanah seluas 3 hektar pada tahun 2004 dan 2005 dengan nilai Rp 2.396.000.000.00. Dilanjutkan dengan studi analisis dampak lalulintas serta pembuatan DED pada tahun 2005."Setelah melalui studi analisis dampak Lingkungan (Amdal) pada tahun 2006, selanjutnya pengerjaan fisik tahap I terminal mulai dilaksanakan pada tahun 2007 dengan pelaksana CV Wira Remaja menelan anggaran Rp 3.500.000.00. Selanjtnya tahap II dilaksanakan tahun 2008 dilaksanakan oleh CV Wira Adhi Mukti Kencana dengan anggaran sebesar Rp. 5.900.000.00," urainya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati kemudian Bupati beserta unsur Muspida menanam pohon penghijauan di sekitar terminal dan dilanjutkan dengan meninjau gedung utama terminal. (cw2)