Jemeirah Beach DUBAI, 17 Nopember 2012

koleksi foto

19 March 2009

MUDIK KE KAMPUNG HALAMAN BUMIAYU BREBES JATENG, PEBRUARI 2009


PEMANDANGAN ALAM TIMUR BUMIAYU DARI SETASIUN TALOK BUMIAYU





JALAN H.AHMAD DAHLAN , SMA MUHAMADIYAH KALIERANG BUMIAYU


GUNUNG SLAMET DIFOTO DARI KALIERANG BUMIAYU










antara Bumiayu dan Linggapura
dukuh Blere Adisana difoto dari Jalan Lingkar Bumiayu (atas)

Pada akhir Pebruari 2009 bersama isteri dengan kereta api Purwajaya dari setasiun Jatinegara pukul 6 pagi berangkat ke Bumiayu Jateng, sampai di Bumiayu pukul 10.30. Terasa hati ini adem ayem melihat kampung halaman Bumiayu, dengan angkot sampai di rumah Jalan HA Dahlan Kalierang Bumiayu.
Lusanya sempat ke Purwokerto, serta ditengah jalan dari dalam mobil sewaan dan kadang keluar mengambil gambar pemandangan serta momen yang cantik dan indah dari mulai setasiun Bumiayu sampai kota Bumiayu. Anda bisa lihat hasilnya, yah lumayanlah buat obat kangen kampung halaman Bumiayu Jawa Tengah.


kebun teh Kaligua Bumiayu

santai ke Bumiayu dengan kereta api Purwajaya 4 jam, dari Jakarta

setasiun Bumiayu


kesibukan kota kecil Bumiayu
dokar angkutan murah meriah di Bumiayu

lokasi tempat usaha kecil untuk mengisi masa pensiun di Jl. HA Dahlan ,( depan SMA Muhamadiyah ) Kalierang Bumiayu Jateng





alam pedesaan yang adem ayem
gunung slamet difoto dari depan rumah di Kalierang Bumiayu
perempatan Jalan Lingkar Bumiayu- Langkap

terminal Bus Bumiayu dari arah Purwokerto
menjelang pagi di terminal bus Bumiayu
terminal bus Bumiayu dari arah Tegal

jalan lingkar Bumiayu di bawah jembatankereta api sakalibel
jembatan saka lima belas (sakalibel) di Bumiayu Jateng
Desa Adisana, pemandangan sepanjang jalan lingkar Bumiayu

01 March 2009

FOTO-FOTO TERBAIK DARI "NATIONAL GEOGRAPHIC"

terjemahan foto diatas : meskipun seperti adegan dalam film hollywood, tetapi foto ini nyata, diambil didekat teluk afrika selatan ketika latihan militer angkatan laut inggris, tiba-tiba muncul dari laut ikan hiu . Dan ini menjadi nominasi foto yang terbaik dari 'national geographic' sebagai 'foto tahun ini' yang terbaik.
sangat fantastik...
adem ayem...
indahnya bunga-bunga di gunung..
petir di luar negeri, kalau di indonesia bisa ditangkap !? ada ki ageng sela yang bisa nangkap ?!...atau batu petir ponari di jombang ?!....

19 February 2009

SOLUSI TERBAIK DALAM KEHIDUPAN KITA UNTUK MEMILIH SALAH SATU DARI DUA HAL














Dalam menjalani kehidupan di dunia ini sejak anak-anak, remaja, dewasa hingga masa tua, kita terkadang mengalami beberapa pilihan dalam kehidupan yang beraneka macam masalah.

Seperti pengalaman pribadi saya, sewaktu`lulus SMA Negeri 1 Purwokerto pada tahun 1970, orang tua menawarkan, saya akan kuliah dimana ?, sebagaian besar teman-teman melanjutkan kuliah di Jawa Tengah seperti di UGM Jogja ataupun Undip Semarang.
Pada waktu itu untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi tidaklah sulit seperti saat ini yang sangat ketat karena banyak pesaingnya dan biaya kuliah mahal.
Waktu itu di pulau Jawa hanya ada 5 kampus yang menjadi tujuan utama lulusan SMA, STM dll untuk melanjutkan kuliah yaitu di UI Jakarta, ITB Bandung, IPB Bogor, UGM Jogja dan Universitas Airlangga Surabaya, dan barulah ke kampus lain seperti UNPAD Bandung, Undip Semarang, IKIP Jakarta, IAIN Jakarta, ITS Surabaya, Unibra Malang dstnya. Selain itu kuliah di Perguruan Tinggi Negeri adalah biaya yang murah.

Dua pilihan saya waktu itu kuliah di UI Jakarta atau UGM Jogja, saya optimis dapat diterima, karena SMA Negeri 1 Puwokerto adalah sekolah unggulan di Banyumas, sehingga kalau mau tes di kampus-kampus hampir semuanya diterima, serta pesaingnya hanya ratusan.

Perbedaan antara UI dan UGM, kalau kuliah di UGM Jogja secara ekonomis untuk biaya hidup sehari-hari lebih murah, kotanya tenang untuk belajar , dekat dari Bumiayu serta banyak teman-teman dari SMA yang sama, jadi idealis kalau di UGM Jogja. Sedangkan di UI Jakarta biaya hidup mahal, kotanya panas, jauh dari Bumiayu, waktu itu mahasiswa UI dikenal hanya anak orang kaya saja.

Satu hal yang menjadi daya tarik kuliah di UI Jakarta, kelak selesai kuliah gampang cari kerja karena banyak lowongan kerja, atau dengan ijasah Sarjana Muda bisa cari kerja sambil kuliah, sedang jika selesai kuliah di UGM pastilah cari kerjanya ke Jakarta, jadi realistis kalau kuliah di UI Jakarta.

Saya konsultasi sama orang tua, dan disarankan sebagai muslim untuk melaksanakan sholat Istikharah dua rakaat, memohon petunjuk kepada Allah swt dalam menentukan satu pilihan diantara dua pilihan yang belum tahu baik buruknya.
Kemudian saya memilih ikut tes di UI serta alahamdulillah lulus .

Masalah timbul lagi , waktu itu dalam satu Universitas bisa memilih dua fakultas, saya diterima di Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra, saya sholat Istikharah lagi, pilihan jatuh pada Fakultas Hukum pada tahun 1971.

Dengan berjalannya waktu pada tahun 1974 saya dapat menyelesaikan Sarjana Muda Hukum, sebagaimana diketahui sisitim kuliah waktu itu bukan SKS tapi tingkat dari tingkat 1 sampai 5 barulah jadi Sarjana Lengkap atau S1, untuk kenaikan tingkat harus lulus semua mata kuliah , yah seperti SD, SMP serta SMU sekarang ini dengan sistim kelas.

Pada tahun 1975 dengan ijasah Sarjana Muda Hukum, ikut tes yang kebetulan ada penerimaan pegawai di Deplu sebagai Pegawai Negeri Sipil biasa bukan diplomat, dan di Ditjen Imigrasi menjadi PTK atau pejabat teknis keimigrasian sebagai pengganti lulusan Akademi Imigrasi yg telah ditutup.

Pada waktu yang sama panggilan lulus tes saya terima, baik di Deplu maupun di Imigrasi, kalau kerja di Imigrasi lebih mapan dan keren, dan memang persyaratannya sangat ketat, minimal tinggi badan 165 cm, umur maksimal 25 tahun . Dan tentunya penghasilan selain gaji PNS , lebih "basah" kata orang lho..., dengan seragam coklat muda pakai topi, dan didada pakai wing penerjun, kelihatannya gagah seperti taruna Akabri, begitulah fakta waktu itu.

Sedangkan di Deplu dengan ijazah Sarjana Muda, golongan PGPS II/b, setelah masa kerja minimal 5 th baru bisa ikut tes menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri, itupun kalau lulus.

Pada akhirnya saya konsultasi sama orang tua, dengan dua pilihan itu dan disarankan sholat Istikharah , alhamdulillah saya memilih menjadi pegawai Deplu pada akhir 1975 ditempatkan di Direktorat Protokol sejak Januari 1976 sampai 1986 dan membantu orang tua sambil kerja bisa kuliah sampai lulus menjadi Sarjana Hukum di Fakultas Hukum UI program Ekstensi yang waktu kuliahnya sore dan malam hari.

Saya bersyukur sejak 1976 sampai 2007 hampir 32 tahun telah mengabdi di Departemen Luar Negeri sampai masa pensiun Nopember 2007, alhamdulillah telah dipercaya mendapat tugas di 4 perwakilan RI yaitu Jeddah, Colombo, Bandar Seri Begawan serta Yangon dan di Deplu Pejambon di Direktorat Protokol, Biro Umum, Biro Keuangan serta Sekretariat Ditjen Protkons.

Sebagai penutup saya menyarankan, bagi yang muslim, jika anda mendapat kesulitan dalam menentukan satu pilihan diantara dua pilihan yang belum tahu baik buruknya, atau memilih salah satu diantara dua pilihan yang menyangkut hidup dan masa depan kita, seperti saran orang -orang tua kita adalah dengan melaksanakan sholat Istikharah memohon petunjuk dari Allah swt. Insya Allah itu sebagai solusi yang terbaik .. amin. Lebih kurangnya mohon maaf dan terima kasih.
( Oleh : TAMBAH GUNAWAN )

Cibubur 19 Pebruari 2009

14 February 2009

SALON FOTO INDONESIA 2006

"thirsty" juara emas digital

"fisherman" juara emas warna cetak






"senyum bahagia" juara emas monokrom






"kirana" juara perunggu warna cetak